Pengaturan Aktifitas Fisik atau Olahraga Bagi Penderita Diabetes Mellitus


Bagikan Artikel :

DM memang merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan 3 cara utama penatalaksanaan penyakit DM yaitu pengaruh diet, olahraga dan obat-obatan. Olahraga merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan DM, di samping pengobatan dan meal planning olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur dan dilakukan pada saat yang dirasa menyenangkan. Pada penyandang DM tipe 1 olahraga lebih baik dilakukan pada pagi hari, hindari melakukan olahraga pada malam hari.

Manfaat olahraga bagi penderita DM adalah Meningkatkan penurunan kadar glukosa darah; Mencegah kegemukan; Ikut berperan dalam mengatasi kemungkinan terjadinya Komplikasi aterogenik, Gangguan lipid darah, Peningkatan tekanan darah dan Hiperkoagulasi darah. jenis olah raga yang baik untuk penderita DM adalah:

  1. Latihan kontinyu : Latihan yang diberikan harus berkesinambungan, dilakukan terus menerus tanpa berhenti. Contoh, bila dipilih jogging 30 menit, maka selama 30 menit penderita melakukan jogging tanpa istirahat.
  2. Latihan ritmis : Latihan olahraga harus dipilih yang berirama, yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur. Contoh latihan ritmis adalah jalan kaki, jogging, berlari, berenang, bersepeda dan mendayung.
  3. Latihan interval : Latihan olah raga yang dilakukan selang seling antara gerak cepat dan lambat. Misalnya, jalan cepat diselingi jalan lambat, jogging diselingi jalan, berenang cepat 2 kali panjang kolam diselingi 1 kali renang lambat dan sebagainya.
  4. Latihan progresif : Latihan yang dilakukan harus berangsur-angsur dari sedikit ke latihan yang lebih berat, secara bertahap.
  5. Latihan daya tahan ; Latihan daya tahan memperbaiki sistem kardiovaskuler. Oleh karena itu sebelum ikut latihan olahraga, terhadap penderita harus dilakukan pemeriksaan kardiovaskuler.

Tahap-tahap dalam melakukan olah raga adalah :

  1. Pemanasan (warm-up) : Kegiatan ini dilakukan sebelum memasuki latihan inti dengan tujuan mempersiapkan berbagai sistem tubuh sebelum memasuki latihan yang sebenarnya. Lama pemanasan cukup 5-10 menit.
  2. Latihan inti (conditioning) : Lakukan selama 30-60 menit.
  3. Pendinginan (cooling-down) : Pendinginan dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan zat-zat racun (asam laktat) yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot sesudah berolahraga atau pusing-pusing karena darah terkumpul pada otot yang aktif. Lakukan pendinginan 5-10 menit hingga denyut nadi mendekati denyut nadi istirahat.
  4. Peregangan (streching) : Dilakukan untuk melemaskan dan melenturkan kembali otot-otot yang masih teregang dan lebih elastis.
loading…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *