Klasifikasi dan Penyebab Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

Bagikan Artikel :

Hasil survey WHO, jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbesar di dunia dimana 1%-2% penduduk menderita DM. Angka insiden dan prevalensi diabetes mellitus diseluruh dunia dari berbagai penelitian epidemiologi cenderung menunjukan adanya peningkatan dari tahun ke tahun (Perkelni, 2011). WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien DM di Indonesia akan meningkat dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2010.

Penyakit DM dibagi kedalam dua tipe utama, yaitu : DM Tipe 1 (DM tergantung insulin) dan DM tipe 2 (DM tidak tergantung insulin). DM tipe 1 dikenal dengan diabetes tergantung insulin. Tipe ini berkembang jika sel-sel beta pankreas memproduksi insulin terlalu sedikit atau tidak memproduksi sama sekali, yang disebabkan auto imunitas atau idiopatik. Dari seluruh pasien DM 5-10% merupakan pasien DM tipe 1. DM tipe 1 disebabkan karena kerusakan sel beta yang menyebabkan defisiensi insulin absolut.

DM Tipe 2 dikenal sebagai diabetes yang tidak tergantung insulin. DM tipe ini berkembang ketika tubuh masih menghasilkan insulin tetapi tidak cukup dalam pemenuhannya atau bisa juga insulin yang dihasilkan mengalami resistensi yang menyebabkan insulin tidak dapat bekerja secara maksimal. Sekitar 90-95% penderita DM adalah diabetes tipe 2. Selain dari kedua tipe di atas terdapat tipe-tipe lain penyakit DM yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain : Diabetes Melitus Gestasional (DMG) dan Diabetes Melitus Tipe lain.

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah DM yang diakibatkan dari kombinasi kemampuan reaksi dan pengeluaran hormone insulin yang tidak cukup.biasanya terjadi pada kehamilan dan akan sembuh setelah melahirkan. Penderita DMG terjadi 2-5% dari seluruh kehamilan gestasional yaitu DM karena dampak kehamilan, hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain : muncul saat hamil muda, tapi akan normal setelah persalinan. Sementara Diabetes Melitus Tipe lain merupakan DM yang disebabkan karena kelainan genetik, penyakit pangkreas, obat, infeksi, antibody, sindroma penyakit lain.

Berdasarkan Konsensus pengelolaan diabetes mellitus di Indonesia, faktor resiko DM meliputi:

  1. Riwayat diabetes didalam keluarga
  2. Usia (terutama kelompok usia > 45 Tahun)
  3. Obesitas
  4. Tekanan darah tinggi
  5. Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau trigliserida > 250 mg/dl)
  6. Toleransi glukosa terganggu
  7. Kurang aktifitas
  8. Riwayat DM pada kehamilan

Obesitas dan DM adalah ancaman pandemik pada abad 21. Kedua masalah kesehatan tersebut berhubungan secara signifikan terhadap potensial ancaman hidup,  biaya perawatan dan pengobatan. Tingkat kesakitan pada obesitas dan diabetes tipe 2 berhubungan dengan sindrom insulin resisten, yang menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Penyebab Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

Penyebab DM adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh yang mencukupi maka tidak dapat bekerja secara normal atau terjadinya gangguan fungsi insulin. Insulin berperan utama dalam mengatur kadar glukosa dalam darah, yaitu 60-120 mg/dl waktu puasa dan dibawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan (orang normal). Kekurangan Insulin disebabkan karena terjadinya kerusakan sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel beta pulau langerhans dalam kelenjar penkreas yang berfungsi menghasilkan insulin. Ada beberapa faktor yang menyebabkan DM sebagai berikut :

Genetik atau Faktor Keturunan : Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diwariskan, bukan ditularkan. Anggota keluarga penderita DM memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Asupan Makanan : Diabetes mellitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan asupan makanan, baik sebagai faktor penyebab maupun pengobatan. Asupan makanan yang berlebihan merupakan factor risiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. Salah satu asupan makanan tersebut yaitu asupan karbohidrat. Semakin berlebihan asupan makanan semakin besar kemungkinan terjangkitnya DM.

Obesitas : Retensi insulin paling sering dihubungkan dengan obesitas. Pada kegemukan atau obesitas, sel-sel lemak juga ikut gemuk dan sel seperti ini akan menghasilkan beberapa zat yang digolongkan sebagai adipositokin yang jumlahnya lebih banyak dari keadaan pada waktu tidak gemuk. Zat-zat itulah yang menyebabkan resistensi terhadap insulin.

Propellerads
loading…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.