Begini Caranya Mencegah Banjir Pada Musim Hujan…


Bagikan Artikel :
Kailijumei

Apabila musim hujan sudah tiba, maka kata-kata banjir akan sering menghampiri indera pendengaran kita baik melalui media audio visual seperti televisi, media radio maupun media sosial. Status media sosial dipenuhi dengan kata-kata hujan, banjir, kayu tumbang, badai dan lain sebagainya. Kata-kata tersebut muncul menggambarkan ketakutan kita sebagai manusia terhadap dampak yang ditimbulkan oleh musim hujan yang berkepanjangan yang berakibat banjir.

Munafie

Bencana banjir seringkali terjadi melanda daerah-daerah Indonesia, terutama Jakarta. Penyebab banjir terutama karena meluapnya sungai akibat curah hujan yang tinggi. Selain luapan, juga akibat genangan air yang menumpuk sulit meresap ke tanah apalagi pada saat sungai dan gorong-gorong terpenuhi air semua pasti terjadi banjir.

Banjir adalah kondisi saat sungai dan tempat penampungan air sudah tidak bisa menampung kubik air yang ada dan meluap ke daratan. Biasanya hal ini juga diakibatkan oleh kurangnya daerah resapan yang ada. Hal ini tentunya sangat meresahkan dan menyebabkan banyak kerugian.

Dampak Banjir tidak hanya bersifat ekonomis, namun juga mengganggu kesehatan karena membawa banyak bibit penyakit. Musim hujan datang, maka kewaspadaan terhadap merebaknya penyakit wajib ditingkatkan. Beberapa penyakit bisa dengan mudah menyebar, terutama jika musim hujan menimbulkan bencana banjir.

Untuk mencegah banjir dan berbagai dampak negatif yang dapat terjadi sebaiknya kita mulai melakukan pencegahan sedini mungkin. Diharapkan dengan keseriusan berbagai pihak dalam pelaksanaan pencegahan banjir ini, kita bukan hanya dapat meminimalisir banjir yang terjadi namun juga bisa menghindarinya. Ada beberapa cara untuk mencegah banjir dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara :

Kailijumei
  • Ingat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Diperlukan kedisiplinan dan kesadaran warga untuk membuang sampah di tempat sampah dan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah. Pengelolahan sampah di tempat pembuangan akhir sampah juga sangat diperlukan, karena apabila sampah dibuang secara sembarangan dan terkena hujan deras, maka sampah tersebut akan mengikuti aliran air sampai sungai. Ini juga akan menjadi penyebab banjir.
  • Membuat saluran air yang baik. Saluran air yang baik juga bisa berupa Terowongan Saluran Air di Bawah Tanah, yang menjamin semua air hujan akan disalurkan menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau maupun laut. Sistem yang seperti ini telah lama diterapkan oleh Negara berkembang seperti Jepang.
  • Memperbanyak lahan penyerapan air. Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah membuat lubang biopori. Dengan adanya lubang tersebut, setidaknya air hujan bisa meresap langsung ke tanah. Lubang biopori adalah lubang sedalam kira2 30 cm ke dalam tanah dan berisi sampah daun-daunan. Cara kerja lubang biopori adalah dengan menarik hama cacing oleh sampah daun-daunan yang ada. Cacing kemudian akan membuat pori-pori tanah sehingga menambah tingkat resapan pada tanah.
  • Tidak membangun perumahan dipinggir sungai. Dibutuhkan upaya dan komitmen dari pemerintah untuk tidak memberikan izin perumahan yang berada di pinggir sungai. Membangung perumahan di pinggir sungai akan memicu perilaku hidup yang tidak sehat lainnya seperti membuang sampah ke sungai, sehingga menghalangi arus sungai yang berakibat banjir.
  • Reboisasi tanaman khususnya yang menyerap air. Pohon yang ditanam sebaiknya merupakan pohon yang dapat tumbuh besar. Hal ini dikarenakan, pohon yang besar memiliki akar yang kuat dan menciptakan rongga-rongga tanah yang lebih baik. Hal ini berfungsi agar air dapat cepat diserap oleh akar  dan resapan air ke tanah dapat lebih optimal. Tanaman dapat menyerap air melalui akar, yang selanjutnya akan diangkut menuju batang dan daun oleh jaringan xilem. Apabila masing-masing rumah di tempat anda memiliki minimal satu pohon, maka dapat dipastikan kampung anda dapat terhindar dari banjir. Reboisasi juga dilakukan pada hutan-hutan yang gundul dan pada lereng bukit yang mulai terjal agar air dapat diserap oleh akar pohon tersebut.
  • Membuat Fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik. Memastikan sungai dan selokan dapat berfungsi dengan baik dengan cara melakukan Perbaikan dan pembersihan sungai dan selokan secara berkala. Bukan hanya sampah yang terbuang di saluran air, namun juga sampah dari saluran air seperti tumbuhan-tumbuhan air yang telah mati, jika berkumpul juga akan menghambat saluran air. Tanaman-tanaman di sekitar sungai pun perlu ditanam sebanyak mungkin yang fungsinya untuk memperkuat bantaran sungai sehingga mencegah terjadinya longsor di bantaran ke sungai.
  • Tidak Menebang pohon dihutan secara liar. Hutan berfungsi sebagai sponge. Dengan menyerap air hujan dan mengalirkan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Mengapa disebut sponge? hal ini dikarenakan fungsi hutan yang mampu menyerap air hujan hingga 20%. Sebagian air hujan akan diikat dan sebagian lagi akan dibebaskan kembali ke atmosfer dengan melakukan kondensasi air pada saat tumbuhan melakukan fotosintesis. Karena itu pemeliharaan hutan merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir, karena hutan dapat dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan dari mengalir terus ke bumi.

Mencegah dan mengatasi banjir perlu diketahui oleh masyarakat kota yang selalu bermasalah dengan bencana banjir. Semoga Bermanfaat.

loading…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *